
Aku merindukan masa2…dimana aku bisa menuliskan apa yang kurasa di layar monitor. Dulu semasa jamannya berjuang skripsi, dimana pertama kalinya mempunyai komputer di kamar kosku (walaupun sering error), aku bisa menulis apa saja yang aku mau tentang perasaan dan pemikiranku, tentang seseorang atau apapun… tanpa batasan etika (ups…) atau rasa tidak aman bahwa seseorang akan membacanya (even my computer mechanic).
Kini setelah lebih dari 1 tahun aku hidup di kota Jakarta, aku mulai berfikir kembali…kangen juga ya nulis2, apalagi kalau membaca tulisan2 yang dulu…ternyata tangis yang dulu bisa jadi tawa hari ini, teryata dulu aku sangat bodoh (walaupun sekarang juga belum pinter), ternyata begini dan ternyata begitu…tapi yang pasti, banyak juga cerita2 yang bisa dijadikan dokumentasi hidupku.
Lalu aku berfikir lagi…apa yang bisa kurangkum selama lebih dari satu tahun??? Terlalu banyak cerita tentang pekerjaanku sebagai seorang guru SMA belum lagi cerita tentang kehidupanku dengan komunitas yang baru aku bangun di Jakarta ini.
Aku, sebagai seorang guru untuk remaja seusia SMA, selalu membawa cerita baru ketika keluar dari gerbang sekolah. Entah itu akan aku ekspresikan dengan bercerita ke orang lain atau tidak, tapi setidaknya banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang bisa aku jadikan bahan refleksi, pemikiran ataupun sekedar memanggil memory masa lalu.
Tapi yang aku sadari pasti saat ini, AKU TERPANGGIL DI DUNIA PENDIDIKAN.
Kini setelah lebih dari 1 tahun aku hidup di kota Jakarta, aku mulai berfikir kembali…kangen juga ya nulis2, apalagi kalau membaca tulisan2 yang dulu…ternyata tangis yang dulu bisa jadi tawa hari ini, teryata dulu aku sangat bodoh (walaupun sekarang juga belum pinter), ternyata begini dan ternyata begitu…tapi yang pasti, banyak juga cerita2 yang bisa dijadikan dokumentasi hidupku.
Lalu aku berfikir lagi…apa yang bisa kurangkum selama lebih dari satu tahun??? Terlalu banyak cerita tentang pekerjaanku sebagai seorang guru SMA belum lagi cerita tentang kehidupanku dengan komunitas yang baru aku bangun di Jakarta ini.
Aku, sebagai seorang guru untuk remaja seusia SMA, selalu membawa cerita baru ketika keluar dari gerbang sekolah. Entah itu akan aku ekspresikan dengan bercerita ke orang lain atau tidak, tapi setidaknya banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang bisa aku jadikan bahan refleksi, pemikiran ataupun sekedar memanggil memory masa lalu.
Tapi yang aku sadari pasti saat ini, AKU TERPANGGIL DI DUNIA PENDIDIKAN.