Friday, April 21, 2006

EDISI APRIL
Gak tau sugesti atau bagaimana, bulan April selalu menuntut aku untuk lebih waspada. Awalnya gak pernah terpikir…baru terpikir sejak ada yang mengungkapkan kebencian pada bulan empat ini. Waktu itu April tahun 2000, Nugie pernah bilang “gw benci April, lagi musimnya ujan…ujan selalu bikin perasaan gw gak enak”! trus dia sedikit cerita alasan2 yg mendukung knp dia benci April.
Ternyata setelah berpikir dan mengingat2 lagi… dulu (jauh sebelum Nugie ngomong itu) aku emang pernah mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan (walaupun dah lupa apa bentuknya itu)…tapi aku inget itu terjadi di bulan April. Abis mendengar pernyataan Nugie, aku selalu mencermati (orang jawa bilang niteni) bagaimana kehidupanku dibulan April. Masih berusaha menyangkal, bahwa semua kejadian adalah suatu kebetuan dan rencana Tuhan, kejadian2 tidak menyenangkan terjadi di bulan Aprilku.

Seperti April ini, satu masalah sudah berlalu (parameternya pikiranku)…cukup membuat sadar bahwa sebuah pikiran sederhana yang dibahasakan dari mulutku bisa membuat tanggapan2 yang beraneka ragam, baik itu pro maupun kontra..dan cukup membuatku trauma karena telah menggoncang stabilitas. Juga menyadarkan bahwa tidak semua orang bisa menerima perubahan2 yang cepat walaupun dengan tujuan kearah yang lebih baik (ini tentunya lagi2 subjektif menurut pemikiranku)

Dan sekarang, aku sedang dalam dilema…kesabaranku diuji…aku dituntut untuk mengambil keputusan yang cukup sulit dalam waktu relative singkat. Pengen bgt nulis disini…tp takut mendiskreditkan “sesuatu” (bukan seseorang)…cukuplah untuk konsumsi pribadi, keluarga dan beberapa teman (teryata banyak juga ya,hehe…)

Btw, Nugie loe dimana ya sekarang? Gimana hidup loe waktu2 ini? Temenku yang gila,males kuliah tapi ramah dan menyenangkan buat cerita2 ‘lucu’. Jadi inget dia waktu nulis ini.
AKIRNYA… (ditulis pada awal april 2006)

Aku merindukan masa2…dimana aku bisa menuliskan apa yang kurasa di layar monitor. Dulu semasa jamannya berjuang skripsi, dimana pertama kalinya mempunyai komputer di kamar kosku (walaupun sering error), aku bisa menulis apa saja yang aku mau tentang perasaan dan pemikiranku, tentang seseorang atau apapun… tanpa batasan etika (ups…) atau rasa tidak aman bahwa seseorang akan membacanya (even my computer mechanic).

Kini setelah lebih dari 1 tahun aku hidup di kota Jakarta, aku mulai berfikir kembali…kangen juga ya nulis2, apalagi kalau membaca tulisan2 yang dulu…ternyata tangis yang dulu bisa jadi tawa hari ini, teryata dulu aku sangat bodoh (walaupun sekarang juga belum pinter), ternyata begini dan ternyata begitu…tapi yang pasti, banyak juga cerita2 yang bisa dijadikan dokumentasi hidupku.

Lalu aku berfikir lagi…apa yang bisa kurangkum selama lebih dari satu tahun??? Terlalu banyak cerita tentang pekerjaanku sebagai seorang guru SMA belum lagi cerita tentang kehidupanku dengan komunitas yang baru aku bangun di Jakarta ini.

Aku, sebagai seorang guru untuk remaja seusia SMA, selalu membawa cerita baru ketika keluar dari gerbang sekolah. Entah itu akan aku ekspresikan dengan bercerita ke orang lain atau tidak, tapi setidaknya banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang bisa aku jadikan bahan refleksi, pemikiran ataupun sekedar memanggil memory masa lalu.
Tapi yang aku sadari pasti saat ini, AKU TERPANGGIL DI DUNIA PENDIDIKAN.