Sunday, June 29, 2008

LIBUR SEKOLAH = MUSIM KAWIN

Hari libur yang melelahkan. Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap musim libur anak sekolah (juni-juli) aku mendapatkan beberapa teman yang mengakhiri masa lajangnya. Aku kira menikah di masa libur panjang hanya untuk mereka yang berprofesi sebagai pendidik di institusi formal. Ternyata, tidak juga. Liburan ini ada LIMA orang teman yang menikah. Teman dari komunitas yang bebrbeda. Aku menyimpulkan musim liburan anak sekolah adalah musimnya menikah. Orang lain setuju atau tidak, ini kesimpulan pribadi.

Hari ini seorang teman menikah. Aku menghadiri pernikahan mantan sepasang kekasih ini. Disaat yang sama, orang tuaku menghadiri pernikahan yang lain. Kami pulang ke rumah dengan waktu yang hampir bersamaan. Orang tuaku membawa souvenir pernikahan yang mereka hadiri, berupa sekeping CD lagu. Isinya lagu-lagu bertemakan cinta. Satu lagu yang sangat aku sukai dari pertama aku mengenalnya. Liriknya diambil dari sebuah puisi karya Sapardi Djoko Damono berjudul 'Aku Ingin'. Kata-katanya sangat sederhana namun maknanya sangat indah.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Saturday, June 28, 2008

LOVE YOUR LOCAL PRODUCT

Dalam suatu masa aku ingat propaganda yang digembar-gemborkan di negeri ini. “Cintai Produk Lokal” itulah bunyi jargon yang popular pada saat itu dan masih sampai saat ini. Mungkin sebagai konsekwensi mengikuti tren pasar bebas dan arus globalisasi maka masuknya produk-produk luar negeri pastinya tak terhindarkan bahkan diminati banyak orang di negeri ini. Menurutku hal positif yang terjadi adalah pilihan produk lokal yang semakin beragam, dan adanya persaingan untuk meningkatkan daya kompetitif bagi produk lokal. Negatifnya (kalau tidak hati-hati) akan mematikan produk lokal akibat meningkatnya mental konsumen impor. Parahnya akan bertambahnya pengangguran dan berubahnya kita menjadi bangsa kuli.

Aku tidak pandai kalau berbicara soal ekonomi apalagi politik. Tidak bermaksud untuk membahas hal itu tapi ternyata tulisanku jadi melebar. Awalnya aku ingin menulis ketidakpuasan akan jasa layanan perusahaan pemerintah, ketika aku ingin mengirim paket untuk murid istimewaku di bumi seberang. Dengan layanan yang tidak memuaskan dan harga sama mahalnya, lebih baik aku memilih layanan jasa luar yang punya franchise disini. Menurut pengalaman beberapa sumber, menggunakan layanan perusahaan lokal sangat beresiko, mulai dari sampainya tidak jelas samapai resiko barang hilang.

Yah…kalau begitu rugi buanget dong. Kepuasan layanan yang aku dapatkan dari jasa asing itu mulai dari penjelasan petugas term and conditions sejelas-jelasnya, adanya due date paket sampai pada recipient, dan juga aku bisa tracking sudah sampai dimana paketku berada dan siapa yang menerimanya. Intinya aku merasa secure untuk mempercayakan paketku dan puas pada akhirnya.

Jadi dalam hal ini ternyata produk local belum mampu bersaing. Ada harga tapi tidak ada rupa. Mungkin juga belum tentu untuk yang lain ya.

Tuesday, June 03, 2008

KOMITMEN SELAMA 3 TAHUN

Hari ini aku dilantik sebagai pengurus Orang Muda Katolik (OMK) Paroki. Aku sendiri menpunyai posisi sebagai sekretaris. Komitment ini harus aku jalani selama 3 tahun. Dalam pelantikan semua umat yang hadir ikut mendoakan semoga bukan hanya komitmen yang harus aku punya sebagai pengurus, tapi supaya Tuhan selalu menyertai pelayananku.

Masih ingat sekitar 3 tahun yang lalu, hal ini juga terjadi ketika aku menjadi pengurus wilayah. Doa umat membantu penguatanku pada saat itu. Tapi seiring waktu berjalan, cooling down yang terjadi tidak terelakkan. Kesimpulannya...aku tidak bertanggung jawab.