Kata “Maaf”Banyak orang bilang tidak mudah untuk mengucapkan kata “maaf”. Tapi bagiku lain. Kata “maaf” atau ”sori”…sering sekali terucap dari mulutku, sama mudahnya mengucapkan kata “terima kasih”, “hai”, dan yang lainnya. Ketika tidak sengaja menginjak kaki orang yang tidak kukenal…otomatis kata maaf keluar dari mulutku. Telpon salah sambung…maaf. Tidak bisa ikut bergabung bersama teman2…maaf.
Lalu, belum lama kutemui, aku dengan sadar menyakiti seseorang…sampai sekarang aku merasa tidak sanggup untuk mengucapkan langsung kata maaf itu. Bahkan untuk memperbaiki keadaan pun aku tidak tahu caranya, karena aku takut salah lagi.
Ternyata kata “maaf” bisa menjadi sangat sulit untuk diucapkan ketika aku sadar bahwa aku salah dan menyakiti seorang yang aku kenal baik. Ternyata, kata maaf tidak mudah bila diucapkan sungguh2 dengan hati.
Kadang aku merasa saudara2 Muslim sangat beruntung punya hari raya Idul Fitri. Mereka mempunyai moment khusus dimana mereka bisa mengucapkan kata “maaf” dengan hati yg tulus. Aku bilang mereka beruntung karena moment itu bisa digunakan ketika kata “maaf” tidak mudah terucap…namun pada akhirnya mereka harus mengeluarkan kata itu untuk kembali fitri.
Lalu bagaimana dengan kaum Kristiani? Moment apa yang tepat untuk saling mengucapkan maaf?natal kah? paskah ?atau apa?
Mungkin tidak ada…seperti kata sayang yang tidak harus diucapkan ketika hari valentine saja, kata maaf pun bisa diucapkan kapanpun dimanapun. Aku berpikir…itu tergantung dari pribadi masing2…sanggupkah…berjiwa besarkah?
Dari pertanyaan itu akupun menyimpulkan…ternyata aku tidak cukup berjiwa besar untuk mengucapkan kata itu. Aku hanya sanggup untuk mengaku dan memohon maaf kepada Sang Pencipta…semoga orang yang aku sakiti diberikan kelegaan. Inilah aku dengan keterbatasan.
p.s:
kepada para sahabat yang membaca tulisan ini…kalau dalam memori kalian, aku punya salah yang masih menyisakan perih…aku mohon maaf …tulus dari hati.