Jakarta Terendam Air...
Hari ini benar-benar seru sekaligus haru. Semalam hujan luar biasa, kilat menyambar dan suara gledek bersaut-sautan, mungkin paling keras yang pernah aku dengar sepanjang hidup. Pagi, cuaca agak dingin dan mendung...tapi tidak hujan. Tidak ada feeling apa2 tentang situasi di luar, karena dari kemarin hujan memang sudah mengguyur jakarta. Bareng papa naik motor...baru beberapa meter menuju jalan raya...sudah dicegat banyak orang yang sedang melihat pemandangan yang jarang sekali terjadi di daerah ini. "Muter pak, gak bisa lewat...banjir!" aku juga sempat melihat pemandangan seru ini dan mulai punya feeling gak enak tentang perjalananku. Akirnya setelah berputar melalui jalan lain...ternyata kondisi serupa juga terjadi, untungnya masih bisa dilalui motor walaupun kaki harus kecipratan dan jalan dengan kecepatan sangat rendah.
Sampai di daerah keramik-taman mini, situasi sangat rusuh...banyak kendaraan berputar, situasi sangat tidak teratur. Aku yakin, daerah hek-jalan raya bogor, pasti kalinya meluap..bukan yang pertama kalinya memang...tapi ini pertama kalinya semua terlihat panik dan kisruh pada radius yang cukup jauh dari lokasi banjir biasanya. Berarti ini memang tidak seperti biasa. Semua berputar arah, lalu yang cukup luar biasa semua motor yang berputar, masuk pintu tol jagorawi. Kata orang2 di pinggir trotoar, motor memang boleh masuk tol dari tadi. Akhirnya papa pun ikut arus.
Di jalan tol, semua kendaraan merayap karena padatnya kendaraan. Di ruas kiri jalanpun air sungai meluap luar biasa, sehingga semua berjalan pelan. Suasana saat itu sendu sekali..Banyak mobil patroli dan polisi di pinggir jalan...ada juga mobil yang terjebak lobang yang tertutup air.
Setelah keluar tol..di UKI tiba2 hujan rintik..akirnya di MT Haryono kita berhenti untuk memakai jas hujan. Dalam hitungan detik, hujan turun sangat deras. Jas hujan tidak membuat punggungku terselamatkan. Punggungku basah kuyub... Akirnya aku memutuskan untuk mampir rumah mbah untuk setidaknya menghangatkan diri dan nyetrika baju yang basah..lagipula tidak akan on time juga kalau diteruskan sampai di sekolah.
Menelpon sekolah dan berjanji akan datang terlambat sekitar jam 9. Mencoba menghubungi beberapa teman ternyata mereka mengalami nasib yang lebih buruk. Ada yg absen krn rumahnya kebanjiran, dan beberapa terjebak macet dan jalurnya semakin tidak masuk akal karena menghindari banjir.
Setelah mengeringkan baju dan sempat sarapan aku mulai mencari taksi untuk sampai di sekolah. Menelpon beberapa taxi, tapi selalu operator yang menjawab..."anda berada dalam antrian layanan kami..." Tidak jelas sampai kapan... Akirnya minta tolong om pergi ke jalan raya dalam keadaan hujan untuk mencegat taksi. Lama banget! Ternyata susah sekali...walaupun akirnya dapat...ternyata di jalan pun banyak yang berusaha menyetop taksiku.
Sampai di sekolah, cukup sepi...banyak guru yang absen, begitu pula anak2. Akirnya diputuskan untuk memulangkan anak2 lebih awal untuk antisipasi keadaan yang semakin buruk. Untuk pertama kalinya staff boleh pulang sebelum jam 2 di PSKD Mandiri.
Nebeng mobil temen, lewat sudirman...pemandangan yang seru. Banyak kantor yang terendam air. Banyak fotografer yang membidik keadaan... Terlihat kendaraan umum yang melintas bisa dihitung dengan jari.
Masih bersyukur dengan jalurku yang cukup lancar dan jam pulang kantorku yang lebih awal. Jam 8 malam sampai dirumah. Tidak ada halangan yang cukup berarti.
Sms teman2 cukup memprihatinkan...banyak yg rumahnya mulai terendam air dan semakin tinggi. Ada juga yg jam 11 malam masih terjebak banjir di tol kebon jeruk dan bisnya tidak bisa bergerak. Padahal malam ini hujan lagi. Tuhan sertai kami...