SEPERTI RUSASperti rusa rindu sungaiMu
Jiwaku rindu Engkau
Kaulah Tuhan hasrat hatiku
Kurindu menyembahMu
Kaulah kekuatanku dan perisaiku
KepadaMu rohku berserah
Kaulah Tuhan hasrat hatiku
Kurindu menyembahMu
Yesus, Yesus, Kau berarti bagiku
Yesus, Yesus, Kau segalanya bagiku
Pernah gak memendam sesuatu dengan sangat rapat, sampai diri kita sendiripun menyangkalnya untuk hal itu harus terungkap? Lelah bukan? Aku tidak mau bertanya..aku tidak bermaksud bertanya. Aku hanya tau apa yang aku alami, apa yang aku rasakan, jadi ada baiknya aku hanya berbicara sebagai aku.
Apapun itu yang terpendam, ketika aku merasakan bahwa apa yang aku pendam selalu menjadi pikiran, aku akan selalu bertanya-tanya apakah benar hal ini harus terus dipendam bila membuat beban?apakah aku bisa berjalan terus dengan membawa beban?
Saat ini hari sudah berganti, hanya beda beberapa menit berselang. Aku tidak ingin melewatkan peristiwa penting dalam hidupku untuk tidak didokumentasikan. Jadi, sebelum atmosfer dan moodku berubah, aku harus menulis...disini.
Seperti memindahkan batu besar dari jalan yang ingin aku lewati. Berat rasanya ketika memindahkan batu itu, air mataku yang menjadi saksinya.
Baru kali ini aku merasa aku tahu rasanya. Dan rasanya adalah lega...lega sekali. Fiuh, walaupun jalan yang terbuka belum jelas, tapi batu yang menghalangi jalan sudah tersingkir dan aku tidak akan lagi berjalan mundur untuk mendapati batu yang sama. Dan pada saatnya ada batu lain yang menghalangi jalanku lagi, aku tau apa yang harus aku perbuat dan kali ini akan kulakukan dengan pasti.
Heran dengan hubungan pemindahan batu dan lirik lagu diatas serta gambar rusa? ehm, susah dijelaskan, mungkin tidak ada kaitannya sama sekali. Tapi didalam namaNya, segala sesuatu menjadi mungkin. Aku ingin terus memindahakan batu yang menghalangi jalanku, karena aku merindukan Dia.
Apapun itu yang terpendam, ketika aku merasakan bahwa apa yang aku pendam selalu menjadi pikiran, aku akan selalu bertanya-tanya apakah benar hal ini harus terus dipendam bila membuat beban?apakah aku bisa berjalan terus dengan membawa beban?
Saat ini hari sudah berganti, hanya beda beberapa menit berselang. Aku tidak ingin melewatkan peristiwa penting dalam hidupku untuk tidak didokumentasikan. Jadi, sebelum atmosfer dan moodku berubah, aku harus menulis...disini.
Seperti memindahkan batu besar dari jalan yang ingin aku lewati. Berat rasanya ketika memindahkan batu itu, air mataku yang menjadi saksinya.
Baru kali ini aku merasa aku tahu rasanya. Dan rasanya adalah lega...lega sekali. Fiuh, walaupun jalan yang terbuka belum jelas, tapi batu yang menghalangi jalan sudah tersingkir dan aku tidak akan lagi berjalan mundur untuk mendapati batu yang sama. Dan pada saatnya ada batu lain yang menghalangi jalanku lagi, aku tau apa yang harus aku perbuat dan kali ini akan kulakukan dengan pasti.
Heran dengan hubungan pemindahan batu dan lirik lagu diatas serta gambar rusa? ehm, susah dijelaskan, mungkin tidak ada kaitannya sama sekali. Tapi didalam namaNya, segala sesuatu menjadi mungkin. Aku ingin terus memindahakan batu yang menghalangi jalanku, karena aku merindukan Dia.