TANAH AIRKU, INDONESIA
Hari Senin ini aku masih libur dalam rangka Hari Kemerdekaan. Aku menggunakan banyak waktu untuk membaca, khususnya membaca pikiran-pikiran orang yang menghibur dan memberi inspirasi lewat tulisan di blog mereka. Aku merasa kecil dan bodoh.
Terutama di usia ke-63 Kemerdekaan bangsa ini, harusnya aku lebih mengenal Indonesiaku. Mengaku 100% nasionalis, aku jadi malu. Bukan berarti aku tidak mencintai bangsaku, tapi ternyata aku melihat banyak sekali orang asing yang lebih mengenal negara ini. Mereka tau keindahan maha luar biasa yang bisa dinikmati di negeri ini. Mereka menikmati dan mencintai keragaman budaya dari negara kepulauan ini. Banyak dari mereka yang belajar bahasa dan budaya Indonesia.
Belum lama aku membaca sebuah buku tentang Indonesia. Buku itu cukup detail menceritakan sejarah sampai perkembangan setiap kota di Indonesia. Kelengkapan informasi yang membuat aku berucap, “oh ya?”. Bodohnya adalah aku di posisi yang salah. Ternyata author dari buku itu adalah seorang Belanda yang bekerjasama dengan photografer berbakat Hungaria yang telah tinggal di Indonesia sekitar 20 tahun. Hey, lama dia tinggal di bumi Indonesia ini tidak melebihi umurku, apalagi umur bapakku. Tapi mengapa dia bisa membuatku diposisi yang terheran-heran dengan realita di bumi ini. Bodohnya!
Sempat terfikir, apakah karena masalah sosial ekonomi ataukah kegagapan teknologi yang membuat banyak orang pribumi terbelakang? Hari ini aku melihat banyak penulis handal yang mempromosikan Indonesia pada dunia. Banyak fotografer berbakat yang membuat kita merasa terlibat melalui bidikan kameranya. Mungkin semua sudah ada bagiannya. Syukurnya, hari ini apa yang aku lihat, banyak anak negeri yang membanggakan dan dengan bangganya mereka mempublikasikan Indonesia pada dunia. Memang seharusnya kitalah punya sense untuk peran ini. Aku baru tahu...dan akulah yang terbelakang disini. Mungkin seperti sebuah phrase dalam iklan...”Buka mata, semua ada solusinya”. Aku bisa dan aku mau menjadi bagian untuk membangun bangsaku. Walaupun kontribusiku tidak terlihat dan sangat sederhana, tapi inilah caraku, ini mampuku. Yukk...