Di negaraku yang mayoritasnya penganut agama Islam, tidak heran kalau Bulan Ramadhan terasa sangat berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Suasana bulan ibadah ini sangat kental terasa terutama di desa-desa dan daerah-daerah pinggiran.
Yang berbeda dari biasanya adalah, jam kantor yang hampir semua instansi (khususnya pemerintah) pada umumnya berakhir lebih awal. Nah, ini yang menjadi masalahku di bulan Ramadhan ini. Sebagai seorang guru di sekolah national plus, jam kantorku mulai jam 7 pagi sampai jam 4 sore, yang artinya pulang ketika kemacetan pulang jam kantor belum parah. Nah bulan puasa ini, semua pulang lebih awal...kemacetan jalan mencapai tingkat yang membuat otakku kram. Ya ampun...lelahnya.
Yang pasti, yang aku tunggu di bulan ini adalah pedagang-pedagang kaget yang menjajakan makanan-makanan yang menggugah selera sepanjang perjalanan pulangku. Makanan-makanan yang jarang ditemukan di hari biasa. Oh, satu makanan yang gak bisa dan tidak boleh dilewatkan di bulan ini. KOLAK!!! Selain beli di suatu tempat, aku yakin mama juga pasti akan masak kolak. Ehm...yum...