Thursday, November 27, 2008

NASIHAT UNTUK PRIA LAJANG
(dari : www.rumahrenungan. com)

Seringkali kita mendengar pria lebih memilih untuk melajang lebih lama dengan alasan2 ekonomi. Lebih spesifiknya mungkin ingin punya rumah pribadi dulu, punya mobil dulu, punya gaji sekian juta dulu atau beberapa ratus juta untuk sebuah pesta pernikahan. Karenanya, sebelum mencapai pernikahan, para pria bekerja ekstra keras mengumpulkan uang demi kemapanan.

Ini tidak salah. Sudah selayaknya untuk punya kehidupan yang aman secara finansial saat berumah tangga dan memberikan kenyamanan bagi istri. Tapi, pada saat kemapanan itu sudah dimiliki, ada situasi yang bisa menjebak para pria. Saat seorang pria sudah begitu kaya, maka semua jenis wanita akan datang kepada dia menawarkan cinta. Tapi akhirnya semua menjadi buram, apakah mereka datang karena cinta, atau mencintai uang kita. Sampai akhirnya sesuatu yang buruk terjadi, hingga kita menyesal kenapa kita bisa menjadi begitu kaya.

Wanita mana yang tidak akan datang bila kamu begitu tampan, cerdas, kaya dan muda? Semua ingin merasakan keindahan dari meteri yang kamu punya. Itu semua gambaran bahwa uang bisa memanipulasi perasaan. Dan parahnya, itu adalah uangmu! Bila saat ini kamu memiliki mobil dan seorang pacar, kamu tidak akan pernah tahu, apakah wanita ini masih mencintamu kalau suatu saat kamu hanya naik sepeda motor. Bagaimana kalau kamu tak lagi punya rumah pribadi dan hanya ada tempe di atas meja makan. Tahukah kamu? Tidak. Karena dia datang pada saat kamu bisa memberikannya kenyamanan2 finansial yang dia idam-idamkan. Cintakah yang kamu punya? Bukan. Kamu hanya memiliki wanita yang mencintai kenyamanan yang bisa kamu sediakan.

Beruntunglah bagi pasangan yang telah menikah dan mereka berdua memulainya dari bawah. Mensyukuri mobil mereka, karena mereka berdua pernah merasakan panas-hujan dengan sepeda motor. Menyenangi spring bed baru mereka, karena mereka berdua pernah tidur bersama di atas sebuah kasur busa kecil. Terharu dengan rumah pribadi mereka, karena dulu mereka pernah tinggal hanya di sebuah kost.

Beruntunglah para pria yang memiliki wanita yang begitu mencintai mereka dan mendampingi di saat-saat berjuang menuju kehidupan yang lebih baik. Bila ini tidak juga mengubah pikiranmu, maka teruskanlah mengumpulkan uang dan berjuang menjadi tersohor. Sampai suatu saat kamu sadar, bahwa menjadi kaya seringkali adalah sebuah kutukan.

Note:
Teori dan nasihat yang bagus walaupun jamak alias common! Tapi kurang setuju juga kalo seakan-akan wanita sebagai 'predator' dan pria yang melulu dieksploitasi. Gender gak ngaruh kalee... Kalo stereotypenya seperti itu sama-sama ada tuntutan mungkin ya?! InsyaAllah, pria ganteng, pintar dan kaya tidak mau dengan wanita yang hanya menuntut kemapanan financial. Trus gimana pria dengan silver spoon in their mouth (kaya karena keturunan)...kasian juga kalo mereka tidak yakin dengan cinta pasangannya. Males juga sih kebanyakan teori kayak gini (walaupun aku baca dan malah aku post disini, hehe...). Menurutku pribadi, apapun yang sudah ada atau diperjuangkan bersama adalah blessing. Masih gak yakin??? Doa yang kenceng!!! Setuju??? yuk mari!!!