MEWUJUDKAN MIMPI MASA KECIL
Andrea Hirata di seri tetraloginya yang pertama berkata bahwa tiap orang dibekali bakat alami yang diberikan Tuhan dari lahir. Hanya saja, banyak orang yang tidak sadar akan bakat yang mereka punya, karena mereka tidak mencari tahu bakat alaminya ataupun tidak ada kesempatan untuk membinanya. Itulah mengapa banyak orang mengambil kesempatan sebagai pencari bakat. Demikian juga dengan banyak orang tua (dan punya uang) yang membiarkan anaknya mengikuti berbagai kegiatan extra kurikuler baik di dalam maupun di luar sekolah, semata hanya untuk mencari apa bakat yang dimiliki, diminati dan bisa dikembangkan oleh anaknya.
Andrea Hirata sangat apik menyajikan pendapatnya tentang bakat alami ini. Adalah sebuah ironi ketika seorang anak kecil yang punya kegemaran bermain bola, namun dia sibuk dengan tugas membantu orang tuanya mencari nafkah. Siapa yang tahu, dia punya kemampuan setara dengan striker Perancis, Thiery Hendry, bila dibina bakatnya. Siapa juga yang bisa tahu nasib pengamen jalanan yang bisa sepawai dan se-exist Jimi Hendrix kalau punya kesempatan?!
Awal bulan ini, aku memikirkan dan akhirnya memutuskan untuk ikut suatu kegiatan untuk membina hal yang aku suka. Aku tidak peduli ketika tahu teman-teman yang mengikuti kegiatan serupa terpaut 20 tahun lebih muda. Merasa lucu dan konyol sih, tapi aku tetap merasakan excitement tersendiri. Aku mau balas dendam akan kealpaanku (dan mungkin juga orang tuaku). Aku hanya ingin melegakan hati selagi punya kesempatan. Aku mau mewujudkan mimpi masa kecil sebelum... tidak bisa lagi.