PEMILU
Aku risih sekali dengan Pesta Demokrasi kali ini, yang menguras banyak uang tapi mengingat proses persiapan, pelaksanaan dan (aku prediksi hasilnya akan) menyedihkan. Pemilu kali ini aku bener-bener gak content.
Aku sama sekali tidak ‘doyan’ politik. Tapi bukan berarti aku gak bisa menilai pemilu kali ini sangat tidak efektif. Begitu banyak calon legislatif yang notabene tidak ‘qualified’ yang siap ber-gambling. Lembaran kertas suara besar dihiasi gambar-gambar partai baru dan sejumlah muka-muka tidak dikenal, harus aku contreng. Siapakah mereka? Apakah 'trust' dari rakyat bisa dibeli? Aku juga yakin bukan hanya aku yang tidak paham, mungkin lebih dari setengah penduduk Indonesia juga berpikir demikian.
Apakah kertas-kertas suara itu dipakai secara benar? Bagaimana dengan kertas untuk mereka yang memutuskan untuk golput atau kertas yang digunakan tapi menjadi tidak sah karena pemilih kurang paham? Adalah sebuah ironi melihat pemborosan di Negara ini.