Friday, April 28, 2006

Hari jumat kemarin (27 April) doaku terkabul.kabar yang aku tunggu2 hampir sebulan ini dateng juga. gak rugi novena selama ini...Bunda Maria memang selalu bisa diandalkan.Fiuh...hari ini capek bgt. Hidup di jakarta yang super padat penduduknya, menghabiskan berjam jam di jalan yang padat merayap. Tapi semuanya terbayar dengan harapan masa depan yang lebih baik...apa coba??? pengen crita...tp masih off d record ni.

Monday, April 24, 2006

RE-UNITE

Bulan ini memang penuh dinamika...walaupun banyak yang menyebalkan tp banyak juga yang mengesankan. Minggu ini banyak sekali kesempatan untuk berkumpul lagi dengan teman-teman kuliah...reuni katanya...ehm...katanya lagi itu diambil dari kata re-unite. Lupa hari apa..sempet ngobrol sama Andre yg berkarya di negara Fiji. Jumat malem (21 April) walaupun cuma sekitar satu setengah jam aku ikut chatting akbar pbi 99-ers...cuma sempat ketemu arlin,domi,lala,uret,galih,monic,duh lupa siapa lagi... mengesankan banget bisa ngobrol sama temen2 yg ada di ausie, USA, Fiji, Aceh, Jogya, Semarang, dimana-mana. hiks...jadi kangen lagi masa-masa di kampus seribu djendela. Trus hari sabtunya re-unite belangsung lagi...malam minggu sekitar pukul 9 sampai 11 malam, aku mengadakan conference bersama domi, jentik, yoyok, aan, lala... Ternyata kemajuan teknologi tidak membuat jarak dan waktu menjadi masalah dalam komunikasi...(ehm..tp belum tentu juga sih,ada media gak ada operatornya atau kemauan sama aja boong). Hari minggu kemaren (23 April) aku keliling jakarta bersama domi, tisa, adel dan franz. Menyenangkan bisa berkumpul ditengah kesibukan masing2...kalau tidak dipaksakan...ya tidak akan pernah...

Lama gak ketemu adel sejak dia pergi ke Balikpapan Januari 2005, Tisa yang sejak lulus (sebelum aku)...yg ternyata kerja di Jakarta tapi tidak pernah punya kesempatan untuk bertemu, Franz...terakhir ketemu Oktober lalu di Jogja..cuma dalam hitungan menit. Banyak sekali yang aku dapat minggu-minggu ini melalui pertemuan dengan mereka...sharing tentang kehidupan sosial, karir, bisnis, kehidupan religi...

Sempet berpikir...seandainya hidup se-simple ketika aku masih hidup di jogja dan belum bekerja..kapanpun bisa bermain dan berkumpul bersama teman2... Fiuh...untung cuma mikir...kapan mau maju???hehe... Ngomong2 soal jogja...jadi pengen nulis panjang lebar. Sentimental jadinya,hehe...

Friday, April 21, 2006

EDISI APRIL
Gak tau sugesti atau bagaimana, bulan April selalu menuntut aku untuk lebih waspada. Awalnya gak pernah terpikir…baru terpikir sejak ada yang mengungkapkan kebencian pada bulan empat ini. Waktu itu April tahun 2000, Nugie pernah bilang “gw benci April, lagi musimnya ujan…ujan selalu bikin perasaan gw gak enak”! trus dia sedikit cerita alasan2 yg mendukung knp dia benci April.
Ternyata setelah berpikir dan mengingat2 lagi… dulu (jauh sebelum Nugie ngomong itu) aku emang pernah mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan (walaupun dah lupa apa bentuknya itu)…tapi aku inget itu terjadi di bulan April. Abis mendengar pernyataan Nugie, aku selalu mencermati (orang jawa bilang niteni) bagaimana kehidupanku dibulan April. Masih berusaha menyangkal, bahwa semua kejadian adalah suatu kebetuan dan rencana Tuhan, kejadian2 tidak menyenangkan terjadi di bulan Aprilku.

Seperti April ini, satu masalah sudah berlalu (parameternya pikiranku)…cukup membuat sadar bahwa sebuah pikiran sederhana yang dibahasakan dari mulutku bisa membuat tanggapan2 yang beraneka ragam, baik itu pro maupun kontra..dan cukup membuatku trauma karena telah menggoncang stabilitas. Juga menyadarkan bahwa tidak semua orang bisa menerima perubahan2 yang cepat walaupun dengan tujuan kearah yang lebih baik (ini tentunya lagi2 subjektif menurut pemikiranku)

Dan sekarang, aku sedang dalam dilema…kesabaranku diuji…aku dituntut untuk mengambil keputusan yang cukup sulit dalam waktu relative singkat. Pengen bgt nulis disini…tp takut mendiskreditkan “sesuatu” (bukan seseorang)…cukuplah untuk konsumsi pribadi, keluarga dan beberapa teman (teryata banyak juga ya,hehe…)

Btw, Nugie loe dimana ya sekarang? Gimana hidup loe waktu2 ini? Temenku yang gila,males kuliah tapi ramah dan menyenangkan buat cerita2 ‘lucu’. Jadi inget dia waktu nulis ini.
AKIRNYA… (ditulis pada awal april 2006)

Aku merindukan masa2…dimana aku bisa menuliskan apa yang kurasa di layar monitor. Dulu semasa jamannya berjuang skripsi, dimana pertama kalinya mempunyai komputer di kamar kosku (walaupun sering error), aku bisa menulis apa saja yang aku mau tentang perasaan dan pemikiranku, tentang seseorang atau apapun… tanpa batasan etika (ups…) atau rasa tidak aman bahwa seseorang akan membacanya (even my computer mechanic).

Kini setelah lebih dari 1 tahun aku hidup di kota Jakarta, aku mulai berfikir kembali…kangen juga ya nulis2, apalagi kalau membaca tulisan2 yang dulu…ternyata tangis yang dulu bisa jadi tawa hari ini, teryata dulu aku sangat bodoh (walaupun sekarang juga belum pinter), ternyata begini dan ternyata begitu…tapi yang pasti, banyak juga cerita2 yang bisa dijadikan dokumentasi hidupku.

Lalu aku berfikir lagi…apa yang bisa kurangkum selama lebih dari satu tahun??? Terlalu banyak cerita tentang pekerjaanku sebagai seorang guru SMA belum lagi cerita tentang kehidupanku dengan komunitas yang baru aku bangun di Jakarta ini.

Aku, sebagai seorang guru untuk remaja seusia SMA, selalu membawa cerita baru ketika keluar dari gerbang sekolah. Entah itu akan aku ekspresikan dengan bercerita ke orang lain atau tidak, tapi setidaknya banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang bisa aku jadikan bahan refleksi, pemikiran ataupun sekedar memanggil memory masa lalu.
Tapi yang aku sadari pasti saat ini, AKU TERPANGGIL DI DUNIA PENDIDIKAN.



Thursday, April 20, 2006

AKU PUNYA BLOG

Lucu jg akirnya aku punya blog...bermula dari ketertarikan membaca blog para bloggers. Pada dasarnya aku tidak terlalu tertarik untuk membuat diriku terlalu sibuk menulis online, tapi ada suatu rasa rindu untuk menulis dan terbentur pada tidak efisiennya menulis pada lembaran kertas ataupun membuat kapasitas 'my document' penuh.

Sebenarnya aku hanya membutuhkan suatu tempat untuk menuangkan apa yang ada di hati dan di kepala, seperti dulu...dan hanya untuk konsumsi pribadi semata...untuk dokumentasi hidup.